Mahasiswa di Rembang menyalurkan bantuan berupa paket sembako terhadap puluhan masyarakat yang terdampak ekonominya selama pemberlakuan PPKM Darurat di Kabupaten Rembang. Kanda Eka Meylana Andriano sebagai Koordinator Kegiatan Bagi-bagi Sembako menjelaskan, pihaknya bersama Polres Rembang melaksanakan bagi-bagi sembako untuk warga terdampak PPKM Darurat. Ada sebanyak 60 paket sembako yang dibagikan kepada warga. Ia juga mengungkapkan, isi paket sembako tersebut berupa 5 Kg (lima kilogram) beras, satu kotak teh calup, satu liter minyak goreng, dan mie instan sebanyak lima buah. Atau apabila dirupiahkan nilainya kurang lebih Rp. 150.000 (seratus lima puluh ribu rupiah).
Sejumlah paket sembako tersebut dibagikan kepada masyarakat di 13 desa yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Rembang. Beberapa di antaranya di Desa Soditan Kecamatan Lasem, Desa Gunungsari Kecamatan Kaliori, Desa Punjulharjo Kecamatan Rembang, dan di Desa Kemadu Kecamatan Sulang.
"Saya sangat mengapresiasi Polres Rembang yang merespon pendapat teman-teman BEM, dimana pada waktu itu kita menyampaikan mengenai keresahan masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-sehari, dimana kita tahu juga bahwa penerapan PPKM berdampak terhadapan ekonomi masyarakat, apa yang dilakukan teman-teman BEM merupakan langkah konkrit terhadap keresahan dimasyarakat, dan saya sangat mengapresiasi atas sinergi yang terjalin antara Polres Rembang dan BEM STIE YPPI Rembang". Imbuh Khanda Eka selaku Presiden BEM STIE YPPI Rembang.
Sementara itu, Kapolres Rembang AKBP Dandy Ario Yustiawan melalui Kasat Intelkam Polres Rembang Iptu Pringgo Setyono menjelaskan, "kegiatan bagi-bagi sembako bersama mahasiswa untuk membangun sinergisitas yang baik. Selain menjalin sinergi dengan kalangan mahasiswa, pihaknya juga bersama komunitas lain untuk melakukan kegiatan yang sama. Misalnya dengan kalangan paguyuban seniman dan sopir".
Penulis : Irzha Ahmad Rizky
Editor : Tim Penajurnalistie

1 Komentar
Mantaps👍
BalasHapus