REMBANG - Pena, Dalam rangka pelaksanaan kegiatan advokasi hasil program dan review akhir program penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Rembang pada, Kamis (30/6/2022).
Kegiatan ini bertempat di Aula Bappeda Kabupaten Rembang yang dihadiri oleh puluhan tamu undangan diantaranya dari Mahasiswa dan pihak-pihak terkait lainnya.
Menurut data Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Rembang yang sudah kembali ke sekolah berjumlah 179 dari 1.907 ATS di tahun 2022.
Sigit Purwanto selaku Ketua Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia menjelaskan bahwa, Kabupaten Rembang sebagai desa piloting sejak pertengahan tahun 2021 untuk penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) dan secara bersamaan launching Gerakan Ayo Sekolah Pol 12 Tahun (GASPOL 12).
"Ini adalah komitmen Pemerintah Kabupaten Rembang untuk mengentaskan anak tidak sekolah, baik anak putus sekolah maupun anak yang belum sekolah." Jelas Sigit Purwanto.
Ketua Umum BPM Universitas YPPI Rembang, Eva Setyaningrum menyatakan bahwa, "kami harap kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan masyarakat umum dapat memberikan dukungan untuk kegiatan sekolah advokasi oleh BPM universitas YPPI Rembang yang akan dilaksanakan di Desa Woro, Kecamatan Kragan".
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Rembang, beliau menyampaikan banyak terimakasih kepada pihak-pihak terkait yang ikut menyukseskan kegiatan penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Rembang.
"Harapan kami semoga kedepan selalu diberikan kemudahan dalam meningkatkan kinerja untuk penanganan anak tidak sekolah." pungkas Hanies Cholil Baro' selaku Wakil Bupati Kabupaten Rembang.
Penulis : Thoriqul Ulum
Editor : Thoriqul Ulum

0 Komentar