REMBANG, Pena - Dampak Digitalisasi, Kampus di Rembang Melakukan Beberapa Pembaruan.
Kata "Melek Digitalisasi" sudah tidak asing lagi di telinga dan benak masyarakat khususnya para pelajar dan mahasiswa. Kampus STIE YPPI Rembang salah satu perguruan tinggi yang menerapkan basis digital di sistem perkuliahannya, STIE YPPI Rembang merupakan kampus swasta yang memiliki basis ekonomi di Kabupaten Rembang.
Dalam perkembangannya STIE YPPI Rembang dalam sistem perkuliahan ataupun pengisian KRS (Kartu Rencana Studi) sudah terlebih dahulu menggunakan sistem pengisian secara online yang dapat diakses oleh seluruh mahasiswa maupun civitas akademika yang bersifat transparan. Terkait pandemi covid-19 sekarang ini memang sistem perkuliahan mahasiswa masih menerapkan sistem pembelajaran secara daring, tetapi terdapat pembenahan yang tergolong masih baru yaitu terkait sistem pengisian daftar hadir di perpustakaan STIE YPPI Rembang dan beberapa mahasiswa masih ada yang belum mengetahuinya, kebanyakan dari mereka yang mengetahui adalah mahasiswa yang sering dalam kunjungan ke perpustakaan. "Pembaruan ini sudah terealisasi terhitung sejak bulan Februari sampai dengan Maret dibagi menjadi beberapa tahapan yaiti perencanaan serta ide dan gagasan, uji coba, dan realisasi". Ujar Ibu Shoimatun, S.Hum. Selaku Kabag. UPT Perpustakaan.
Di dalam realisasipun masih terdapat kendala salah satunya dalam pemerataan informasi kepada para mahasiswa khususnya mahasiswa yang jarang untuk mengunjungi perpustakaan, pada kali ini Tim Penajurnalistie berkesempatan untuk meliput serta mengamati sistem digitalisasi yang sudah mulai diterapkan ataupun dari segi kunjungan mahasiswanya, disamping itu dalam penerapannya menumbuhkan minat baca mahasiswa memang sangat penting selain mengenalkan lingkungan perpustakaan kepada mahasiswa yaitu dapat menambah intelektual dan pengetahuan pada para mahasiswa yang mungkin belum mereka dapatkan dalam pembelajaran di bangku perkuliahan.
Penulis : Irzha Ahmad Rizky
Editor : Tim Penajurnalistie


0 Komentar