REMBANG, Pena - Dampak PPKM Level 3, Mulai dari Drive Thru Sampai dengan Keunikan Mahasiswa yang Naik Sepeda ke Acara Wisuda
Pada Wisuda STIE YPPI Rembang yang ke-XVIII (delapan belas) bertepatan dengan diterapkannya kebijakan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) level 3 di Kabupaten Rembang. Wisuda kali ini dilaksanakan di Kampus STIE YPPI dimulai pukul 07.00 WIB yang terbagi menjadi beberapa kloter berisikan total 142 (seratus empat puluh dua) wisudawan dan wisudawati dan berasal dari prodi Manajemen 95 (sembilan puluh lima) mahasiswa dan prodi Akuntansi 47 (empat puluh tujuh) mahasiswa.
Sistem Drive Thru pada saat wisuda dirasa cukup efektif dengan teknis yang ada pada saat wisudawan memasuki panggung, seluruh anggota keluarga harus tetap berada di dalam kendaraan baik itu mobil, motor, ataupun kendaraan lainnya. Tepat akhir bulan Mei 2021 terjadi lonjakan kasus Covid-19 yang luar biasa diakibatkan adanya varian Beta sehingga pemerintah memberlakukan kebijakan PPKM Darurat dan disusul PPKM Level guna menanggulangi kasus lonjakan Covid-19 di Indonesia dengan menerapkan sistem protokol kesehatan yang ketat termasuk menggunakan tes genose atau antigen bagi seluruh yang hadir pada acara wisuda.
Terdapat dua mahasiswa yang menjadi lulusan terbaik di masing-masing prodi yaitu Ummu Zulfa, S.M mahasiswa prodi Manajemen dengan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) 3,90. Sedangkan dari prodi Akuntansi diraih oleh Devi Andriyani, S.Ak dengan IPK 3,93 dan turut dihadiri para jajaran yayasan dan Bupati Rembang, H. Abdul Hafidz, S.Pd.I. "Jangan patah semangat dan tetap berjuang meskipun ditengah jalan banyak sekali menemui rintangan dan kesusahan kita memahami itu karena nantinya dari kesusahan dan kesalahan kita dapat meraih impian dan kesuksesan melalui pengalaman meskipun itu pengalaman baik ataupun buruk". Tutur Devi Andriyani, S.Ak. Dan "Tetap semangat dalam menjalani perkuliahan maupun tugas dan kewajiban, malas bukanlah pilihan karena waktu yang kita tunda akan semakin memberatkan dan membuat kita semakin tidak mau untuk mengerjakannya". Imbuh Ummu Zulfa, S.M selaku dua mahasiswa terbaik prodi Akuntansi dan Manajemen.
Selain itu terdapat hal menarik di wisuda kali ini, dengan beberapa wisudawan yang menaiki alat transportasi tradisional seperti becak dan sepeda. Tim Penajurnalistie pun mendapat kesempatan meliput salah seorang wisudawan yang menaiki sepeda dari rumahnya sampai lokasi wisuda. "Pertama saya niat, karena dulu pernah nadzar atau berkeinginan kalau saya wisuda tepat waktu saya akan naik sepeda ke wisuda. Selain itu saya juga Ingin lebih sehat menjaga imun dimasa pandemi saat ini. Dulu saya pernah berpikir bahwa perkuliahan saya tidak akan mulus seperti impianku. karna terkendala biaya. Namun akhirnya, saya membuktikan sendiri bagaimana kerja keras dan do'a berperan didalamnya. Hingga hari ini, aku memecahkan keraguan itu". Ungkap Ahmad Yusuf Kurnia, Wisudawan yang menaiki sepeda dalam perjalanannya.
Penulis : Irzha Ahmad Rizky
Editor : Tim Penajurnalistie
1 Komentar
Mantap
BalasHapus